Tampilkan postingan dengan label ESQ POWER 165. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ESQ POWER 165. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Februari 2013

MENJADI PRIBADI YANG DOANYA MUDAH DIJAWAB


Mario Teguh
Proyek Pribadi Hari Ini:
MENJADI PRIBADI YANG DOANYA MUDAH DIJAWAB

Di pagi yang damai ini, bisikkanlah …

Tuhanku Yang Maha Penyayang,

Engkaulah pemilik semua harta, pemilik semua kekuasaan, dan pemilik semua kenikmatan. Sehingga sebetulnya, semua yang kubutuhkan ada di dalam kepemilikanMu.

Dan Engkau Maha Pemurah, dan menyantuni kami semua dengan hak untuk hidup dengan baik, bahkan kepada mereka yang belum sepenuhnya mengerti dan menerimaMu. Sehingga pasti Engkau memberi dengan lebih mudah dan tak berbatas kepada jiwa-jiwa yang Kau cintai.

Maka sesungguhnya, yang kubutuhkan adalah KEDEKATAN denganMu, Tuhanku Yang Maha Kaya. Karena yang jauh saja - Kau cintai, apalagi yang dekat, yang patuh, dan yang manja kepadaMu.

Dan ini yang menjadi proyek perbaikan diriku hari ini dan seterusnya, yaitu menjadi jiwa yang lebih dekat kepadaMu, yang lebih patuh kepadaMu, dan yang lebih manja kepadaMu.

Semoga dengannya Engkau memudahkan jawaban bagi doa dan kerinduan-kerinduan hatiku.

Aamiin
Like ·  · Share ·
23,7014,975617 · 11 hours ago ·

Mario Teguh
Tujuan hidup kita bukanlah untuk menjadi berbahagia.

Tujuan hidup kita adalah untuk menjadi SEBAB bagi kebahagiaan, bagi diri sendiri dan bagi sebanyak mungkin orang lain.

Dan yang ini sangat penting,

Sahabat-sahabat saya yang hatinya ranum bagi pemuliaan,

Marilah kita hidup untuk membahagiakan sebanyak mungkin orang lain, agar kita dijauhkan dari kecenderungan untuk berlemah diri dalam kesedihan.

Perhatikanlah,

Orang yang hidup hanya untuk dirinya sendiri, lebih mudah merasa sedih dan tidak berguna.

Maka,

Marilah kita melibatkan diri dalam kesibukan kemanusiaan untuk

mengeluarkan saudara kita yang terkungkung dalam kelemahan,

membebaskan mereka yang terjepit dalam penderitaan,

dan menegakkan mereka yang terbongkokkan oleh kemiskinan.

Tetaplah menjadi jiwa baik yang dicintai Tuhan.

Stay super,

Mario Teguh – Loving you all as always
Like ·  · Share ·
26,5542,671733 · 3 hours ago

Kamis, 29 November 2012

ESQ Parenting, Pondasi Spiritual Bagi Si Buah Hati



Selasa, 29 November 2011 15:53:39 WIB Berita Training

ESQ-News

Sebelum mendirikan bangunan, tentu kita terlebih dahulu mempersiapkan rancangan design dan bahan-bahan bangunan yang dibangun, sehingga nanti akan berdiri bangunan yang kokoh dan kuat sesuai dengan keinginan kita. Begitu pula dalam mendidik anak, kita harus mempersiapkannya sejak buah hati kita masih berada dalam kandungan.

Presiden Direktur ESQ Leadership Center, Ary Ginanjar Agustian, mengatakan bahwa dalam mendidik anak ada tiga elemen yang harus diperhatikan, yaitu spiritual, emosional, dan intelektual.

“Sebelum mendirikan bangunan, yang dipersiapkan adalah dasar, dinding, baru atap. Begitu juga dalam mendidik anak-anak kita. Jadikanlah spiritual sebagai dasar pendidikan mereka, lalu emosional itu menjadi dindingnya, kemudian atapnya adalah intelektual,” kata Ary dalam Training ESQ Parenting angkatan ke-24 di Menara 165, Cilandak, Jakarta.

Tapi sayangnya, lanjut Ary, para orangtua lebih mendahulukan kecerdasan intelektual ketimbang kecerdasan emosional dan spiritual. Padahal kecerdasan emosional (EQ) merupakan dinding dari sebuah bangunan, dan kecerdasan spiritual adalah pondasi utama dari bangunan itu.

“Bagaimana sebuah atap dapat tegak berdiri, apabila dinding dan pondasinya sendiri tidak dibangun,” ujarnya.

Lalu timbul pertanyaan, bagaimana menanamkan intelektual, emosional, dan spiritual yang baik kepada keluarga? Tentu orangtua harus memiliki bekal atau ilmu yang mumpuni dalam mendidik buah hati kesayangannya. Salah satu caranya dengan mengikuti training ESQ Parenting.

Training ESQ Parenting sendiri mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai spiritual dan kecerdasaan emosional kepada keluarga. Pelatihan ini penting untuk diikuti agar orangtua dapat memahami kebutuhan emosi dan spiritual kehidupan anak.

Bukankah selama ini kita seringkali kesulitan dalam memahami keinginan mereka, tidak tahu cara membantu anak mengelola emosinya, tidak mampu memotivasi dan cenderung lebih sering menyalahkan si anak? Dengan ESQ Parenting, orangtua mampu menumbuhkan dan mengelola potensi anak.

Salah satu peserta, Kholidah Agustina, mengungkapkan setelah mengikuti training sehari ini dirinya banyak sekali mendapatkan pelajaran dan pengetahuan bagaimana menjadi orangtua yang baik

“Subhanallah, luar biasa sekali banyak hal yang saya dapatkan ilmu tentang bagaimana menjadi orangtua yang baik, bagaimana menjadi orangtua yang sesuai dengan apa yang diamanatkan Rasulullah Nabi Muhammad Saw,” kata Kholidah saat ditemui di sela-sela mengikuti ESQ Parenting pada Sabtu (27/11).

Menurut Kholidah, sebagai orang tua banyak hal yang harus kita persiapkan dan banyak hal yang harus kita timba ilmunya tentang bagaimana menjadi orang tua. Apalagi  dewasa ini banyak sekali hal-hal yang terjadi pada anak-anak Indonesia, pada anak-anak umat Islam yang sangat tidak sesuai dengan harapan orangtua.

“Jangan sampai anak kita dibiarkan tumbuh kembang mengalir begitu saja, tanpa ada arahan dan sebagainya. Itu adalah satu hal yang banyak kita tidak sadari, mereka hanya merancang bagaimana secara fisik bangunan rumah tangga itu saja, tapi esensi atau hal-hal yang sangat penting sering dilupakan,” paparnya. (jos/sym)

Senin, 31 Oktober 2011

cintanya tak berbalas



mario teguh.... >>>>...


Engkau yang cintanya tak berbalas,
kudengar senandung lirihmu …

Aku melihatmu berjalan dengan dia yang bukan aku,
bertaut jemari dalam senyum dan tawa kecil yang menyayat hatiku.

Aku berharap itu aku …,
yang bergetar hatinya karena sentuhan jemarimu yang anggun.

Ooh .. betapa aku berharap itu terjadi.

Aku melihatnya bergelayut manja dan bersender lembut ke tubuhmu yang damai dan wangi.

Aku berharap itu aku …,
yang luruh hatinya dalam syahdu karena menghirup udara beraroma kesurgaan yang mengitarimu.

Ooh … betapa aku berharap itu terjadi.

Aku melihatmu merapihkan rambutnya sambil membisikkan rencana keindahan penyatuan jiwamu dengannya.

Aku berharap itu aku …,
yang menggenang matanya dengan air mata haru, karena keindahan dari janji pernikahan yang jujur dan setia.

Senin, 28 Maret 2011

‘agent of change’... ESQ POWER 165

Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab yang besar dalam mencetak ‘agent of change’. Namun selama ini sekolah cenderung menciptakan generasi yang cerdas dari sisi intelektualitas saja. Padahal untuk menciptakan generasi penerus yang ideal diperlukan sinergi antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.
Keinginan menciptakan ‘agent of change’ bagi generasi muda ini diwujudkan oleh SMA Negeri 12 Jakarta dan SMA Negeri 81 Jakarta dengan mengadakan in-house training ESQ Basic. Training angkatan perdana ini diselenggarakan di Menara 165, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu-Kamis 16-17 Maret 2011. 
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 81 Jakarta, Karya Rama dalam sambutannya mengatakan, “Kita berkumpul disini selama dua hari dalam rangka menjemput hidayah Allah SWT. Harapan kami tentunya kalian sebagai anak bangsa harus diberikan pendidikan karakter yang sejati, sebab pada umumnya keseharian kita hanya intelektual saja yang diutamakan. Padahal kecerdasan emotional dan spiritual itu pertama dan utama.”
Karya menambahkan, SMA Negeri 81 Jakarta sebagai salah satu SMA Negeri unggulan di Jakarta rata-rata memiliki kemampuan intelektual yang tinggi. Hal itu harus didukung pula dengan kecerdasan emosional dan spiritual yang tinggi pula. Maka, "Kami mencoba memfasilitasi hal tersebut dengan menjalin kerja sama dengan ESQ Leadership Center dalam upaya membekali kecerdasan emosinal dan spiritual anak didik," jelasnya.
Hal senada juga dirasakan Ketua Komite SMA Negeri 12 Jakarta, Sutoto. Baginya untuk menciptakan generasi yang berkarakter diperlukan adanya kecerdasan emosional dan spiritual. Dirinya merasakan perubahan yang signifikan terhadap anak didik SMA Negeri 12 Jakarta yang sudah menjadi alumni ESQ. Perubahan itu dapat dilihat dari kedisiplinan dan tanggung jawab siswa di sekolah.
“Para siswa yang sudah menjadi alumni ESQ menjadi seorang pribadi yang ikhlas dalam menjalani setiap aktifitasnya, ikhlas dengan datang tidak terlambat, ikhlas dalam belajar, dan ikhlas dalam persiapannya menghadapi ujian,” pungkasnya.
Sutoto menambahkan, training ini bertujuan agar anak didik bisa lebih mandiri, karena di ESQ ini diajarkan bagaimana mengenal Allah SWT dan mengenali jati diri. Di dalam pelatihan ini juga dibangun karakter 7 Budi Utama (jujur, tanggung jawab, visioner, disiplin, kerjasama, adil, dan peduli).
Pendiri ESQ Leadership Center, Ary Ginanjar Agustian yang turut hadir berpesan agar melalui training ini peserta dapat menemukan makna kebahagiaan yang sesungguhnya.
Training yang dipandu oleh M Najmi, Agus Wiyono, Andry Fallash, dan Denny Kurniawan ini dihadiri 402 peserta. SMA Negeri 81 Jakarta mengirimkan peserta sebanyak 215 siswa, sedangkan SMA Negeri 12 Jakarta mengirimkan 187 siswa. (dion/tino/sym)
Nikmati sajian informasi kami dari browser ponsel Anda di http://m.esq-news.com

aku ingin ikud ESQ165 suatu saat nanti ????


“Dalam kacamata pendidikan materi ESQ sangat bagus apalagi untuk mahasiswa agar mereka memiliki motivasi dalam belajar. Sebenarnya bukan hanya untuk dosen dan mahasiswa, tetapi bagus juga untuk semua lini kehidupan,” ucap Handoko saat ditemui di sela-sela mengikuti training kelas Eksekutif angkatan 99 Jakarta, Minggu (27/3).
Handoko mengungkapkan selama mengikuti training ESQ selama tiga hari dirinya merasakan dan menemukan suatu yang baru. “Baru dalam hal ini adalah baru dalam spiritualitas, mungkin selama ini saya merasa oke spiritualitasnya, tetapi selama training tiga hari ini saya dihentakkan bahwa saya harus dan perlu ditingkatkan kembali spiritualitasnya.”

Menurut Handoko, 

kesuksesan seseorang tidak bisa hanya dari sisi intelektual atau IQ saja, tetapi harus ada penyeimbang dengan EQ dan SQ yang membuat porsi kesuksesan itu semakin besar.

“Saya ingin berhasil dalam hidup bukan karena ilmu, tetapi karena punya gatra (aspek-red) dunia dan akhirat.  

Dunia ini hanya jembatan menuju ke akhirat, sehingga saya harus membangun jembatan itu,” ucap Handoko.
Handoko menuturkan selama mengikuti training yang dipandu langsung oleh pendiri ESQ Leadership Center Ary Ginanjar Agustian begitu terkesan dan banyak manfaat bagi kehidupan. “Saya berencana mengajak keluarga saya mengikuti training ini.”

Kisah Penjaga Pintu Tol di Training CMNP

Bagi alumni ESQ, mendengar kisah penjaga pintu tol memang sudah biasa, namun tetap saja terasa istimewa bagi yang mendengarnya. Kisah yang kerapkali diceritakan ketika training ESQ berlangsung ini menginspirasi banyak orang, tak terkecuali bagi PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP). Kisah itu kembali diceritakan trainer Legisan saat berlangsung Training ESQ in-house PT CMNP angkatan ke-2 lalu, berikut kisahnya:
Setiap hari Pak Ary Ginanjar Agustian pergi ke kantor dari rumahnya di bilangan Depok ke Pondok Pinang melewati jalan tol. Biasanya petugas tol hanya melihat jumlah uang, mengambilnya, menghitungnya, dan mengembalikan uang sisa beserta tanda bukti pembayaran, setelah itu mereka akan melakukan hal yang sama kepada mobil berikutnya.
Namun suatu hari Pak Ary menemukan seseorang yang berbeda. Ketika Pak Ary menyerahkan uang, si penjaga pintu tol tersebut menyapanya dengan hangat, “Selamat Pagi Pak…” guratan senyum di wajahnya pun mengembang. Petugas itu pun mengambil uangnya, menghitungnya, dan mengembalikan sisa uang dan karcis tol seraya berkata, “Selamat sampai di tujuan Pak…”.
Pak Ary tertegun tak percaya, karena baru kali ini merasakan pengalaman tersebut. Sebuah hal kecil yang dilakukan oleh pria tersebut berdampak besar dan telah membuat perasaan Pak Ary bahagia saat meluncur di jalan tol menuju kantornya.
Keesokan harinya Pak Ary kembali pergi ke kantor dan kembali melewati pintu tol yang sama. Luar biasanya pria tersebut masih melakukan hal yang sama seperti kemarin. Hal ini dilakukan kepada semua mobil yang melewati pintu tol tersebut. Pak Ary semakin penasaran dengan sikap petugas tersebut.
Akhirnya Pak Ary memarkirkan kendaraannya di tepian tol dan menghampiri pria tersebut. Lalu Pak Ary bertanya dengan tulus, “Pak, apa yang membuat Anda bertindak berbeda dengan para penjaga tol lainnya?”
Petugas tol itu pun menjelaskan, “Saya bukanlah pribadi yang berlatar belakang pendidikan yang tinggi, saya bukan seorang guru yang dengan amalnya bisa membawanya ke Surga. Saya bukan seorang insinyur yang dengan karyanya bisa membawanya ke Surga. Saat ini saya tidak memiliki profesi yang 'elit' seperti Anda semua. Namun saya tahu, siapapun yang melewati jalan tol ini, mereka adalah pribadi-pribadi yang sedang terburu-buru pergi menuju kantornya. Makanya mereka melewati jalan tol ini agar cepat sampai di tujuan. Ketika saya menyapa mereka dan mendoakan mereka agar selamat sampai di tujuan, saya hanya berharap saya juga memiliki andil terhadap kerja dan karya mereka yang akan membawa mereka menuju perjumpaan mulia dengan Tuhannya di Surga. Paling tidak itulah yang bisa saya lakukan. Tuhan tidak menilai dari apa jenis profesi saya, namun Tuhan melihat, mendengar, menilai kerja saya. Itulah yang insya Allah akan membuat saya berjumpa Tuhan di Surga-Nya kelak.”
Mendengar kisah tersebut, banyak peserta yang terharu. Hal inilah yang dirasakan Suwarsono, petugas tol, yang sudah bekerja selama 15 tahun di CMNP. Selama dua hari training, Suwarsono tak kuasa berlinang meneteskan air mata. Kisah yang dialami Ary Ginanjar Agustian ini sangat menginspirasi dan memotivasinya.
Selama ini Suwarsono bekerja lebih mengedepankan keuntungan secara materi saja. Tetapi setelah mengikuti pelatihan ini, banyak hal yang merubah dirinya. Kini baginya bekerja di CMNP dijadikannya sebagai dzikir kepada Allah SWT.
Suwarsono mengatakan, acara ini bagus, karena mengajarkan bagaimana melakukan suatu pekerjaan yang dihubungkan dengan ibadah, jadi tidak semata-mata karena uang. Pendidikan rohani ini penting untuk membangun SDM (Sumber Daya Manusia) di CMNP. Jadi tidak hanya bekerja saja, tapi juga membangun akhlak. Kalau akhlaknya bagus, pasti tingkat kejujuran semuanya pun baik.
“Training ini mengajarkan kepada kita untuk mengarahkan bagaimana melayani customer lebih baik. Kalau kita tersenyum (kepada customer), pekerjaan ini menjadi ibadah. Saya juga mencoba untuk menerapkan, setiap satu lembar tiket yang kita berikan kepada pengguna jalan itu sebagai ibadah. Jadi, setiap hari kita bisa nabung amal,” ungkapnya dengan bahagia.
Pendiri ESQ Leadership Center, Ary Ginanjar Agustian dalam sambutannya mengajak kepada seluruh peserta untuk dapat lebih memaknai pekerjaan dengan menjadikan pekerjaan di CMNP sebagai ibadah kepada Allah SWT. Ary juga berpesan untuk mempunyai keikhlasan di dalam bekerja.
“Saya mengucapkan terimakasih, karena ketika melalui jalan tol yang Anda jaga, Anda yang melayani semuanya. Betapa ruginya kalau kita bekerja bertahun-tahun tidak diniatkan kepada Allah. Hari ini kita akan rubah pola pikir kita, bekerja menjadi sebuah pengabdian dan cinta tulus kepada Allah SWT,” himbaunya.
Training ESQ in-house PT CMNP angkatan ke-2 ini berlangsung Rabu-Kamis (23-24/3), di Menara 165, Cilandak, Jakarta Selatan. Pelatihan yang dipandu oleh Legisan Sugimin, Ahmad Supriyadi, dan Jaya Nurhana ini dihadiri 98 peserta yang merupakan staf/pelaksana PT CMNP. (tino/sym)
Nikmati sajian informasi kami dari browser ponsel Anda di http://m.esq-news.com

Selasa, 22 Februari 2011

Biografi Al KhawarizmiBiografi Al Khawarizmi



Nama Asli dari al-Khawarizmi ialah Muhammad Ibn Musa al-khawarizmi. Selain itu beliau dikenali sebagai Abu Abdullah Muhammad bin Ahmad bin Yusoff. Al-Khawarizmi dikenal di Barat sebagai al-Khawarizmi, al-Cowarizmi, al-Ahawizmi, al-Karismi, al-Goritmi, al-Gorismi dan beberapa cara ejaan lagi. Beliau dilahirkan di Bukhara.Tahun 780-850M adalah zaman kegemilangan al-Khawarizmi. al-Khawarizmi telah wafat antara tahun 220 dan 230M. Ada yang mengatakan al-Khawarizmi hidup sekitar awal pertengahan abad ke-9M. Sumber lain menegaskan beliau hidup di Khawarism, Usbekistan pada tahun 194H/780M dan meninggal tahun 266H/850M di Baghdad.

Dalam pendidikan telah dibuktikan bahawa al-Khawarizmi adalah seorang tokoh Islam yang berpengetahuan luas. Pengetahuan dan keahliannya bukan hanya dalam bidang syariat tapi di dalam bidang falsafah, logika, aritmatika, geometri, musik, ilmu hitung, sejarah Islam dan kimia.

Al-Khawarizmi sebagai guru aljabar di Eropa

Beliau telah menciptakan pemakaian Secans dan Tangen dalam penyelidikan trigonometri dan astronomi. Dalam usia muda beliau bekerja di bawah pemerintahan Khalifah al-Ma’mun, bekerja di Bayt al-Hikmah di Baghdad. Beliau bekerja dalam sebuah observatory yaitu tempat belajar matematika dan astronomi. Al-Khawarizmi juga dipercaya untuk memimpin perpustakaan khalifah. Beliau pernah memperkenalkan angka-angka India dan cara-cara perhitungan India pada dunia Islam. Beliau juga merupakan seorang penulis Ensiklopedia dalam berbagai disiplin. Al-Khawarizmi adalah seorang tokoh yang pertama kali memperkenalkan aljabar dan hisab. Banyak lagi ilmu pengetahuan yang beliau pelajari dalam bidang matematika dan menghasilkan konsep-konsep matematika yang begitu populer yang masih digunakan sampai sekarang.

PERANAN DAN SUMBANGAN AL-KHAWARIZMI

1. Al-Jabr wa’l Muqabalah : beliau telah mencipta pemakaian secans dan tangens dalam penyelidikan trigonometri dan astronomi.

2.Hisab al-Jabr wa al-Muqabalah : Beliau telah mengajukan contoh-contoh persoalan matematika dan mengemukakan 800 buah masalah yang sebagian besar merupakan persoalan yang dikemukakan oleh Neo. Babylian dalam bentuk dugaan yang telah dibuktikan kebenarannya oleh al-Khawarizmi.

3.Sistem Nomor : Beliau telah memperkenalkan konsep sifat dan ia penting dalam sistem Nomor pada zaman sekarang. Karyanya yang satu ini memuat Cos, Sin dan Tan dalam penyelesaian persamaan trigonometri , teorema segitiga sama kaki dan perhitungan luas segitiga, segi empat dan lingkaran dalam geometri.

Banyak lagi konsep dalam matematika yang telah diperkenalkan al-khawarizmi . Bidang astronomi juga membuat al-Khawarizmi terkenal. Astronomi dapat diartikan sebagai ilmu falaq [pengetahuan tentang bintang-bintang yang melibatkan kajian tentang kedudukan, pergerakan, dan pemikiran serta tafsiran yang berkaitan dengan bintang].

Pribadi al-Khawarizmi

Kepribadian al-Khawarizmi telah diakui oleh orang Islam maupun dunia Barat. Ini dapat dibuktikan bahawa G.Sarton mengatakan bahwa“pencapaian-pencapaian yang tertinggi telah diperoleh oleh orang-orang Timur….” Dalam hal ini Al-Khawarizmi. Tokoh lain, Wiedmann berkata…." al-Khawarizmi mempunyai kepribadian yang teguh dan seorang yang mengabdikan hidupnya untuk dunia sains".

Beberapa cabang ilmu dalam Matematika yang diperkenalkan oleh al-Khawarizmi seperti: geometri, aljabar, aritmatika dan lain-lain. Geometri merupakan cabang kedua dalam matematika. Isi kandungan yang diperbincangkan dalam cabang kedua ini ialah asal-usul geometri dan rujukan utamanya ialah Kitab al-Ustugusat[The Elements] hasil karya Euklid : geometri dari segi bahasa berasal daripada perkataan yunani iaitu ‘geo’ yang berarti bumi dan ‘metri’ berarti pengukuran. Dari segi ilmu, geometri adalah ilmu yang mengkaji hal yang berhubungan dengan magnitud dan sifat-sifat ruang. Geometri ini dipelajari sejak zaman firaun [2000SM]. Kemudian Thales Miletus memperkenalkan geometri Mesir kepada Yunani sebagai satu sains dalam kurun abad ke 6 SM. Seterusnya sarjana Islam telah menyempurnakan kaidah pendidikan sains ini terutama pada abad ke9M.

Algebra/aljabar merupakan nadi matematika. Karya Al-Khawarizmi telah diterjemahkan oleh Gerhard of Gremano dan Robert of Chaster ke dalam bahasa Eropa pada abad ke-12. sebelum munculnya karya yang berjudul ‘Hisab al-Jibra wa al Muqabalah yang ditulis oleh al-Khawarizmi pada tahun 820M. Sebelum ini tak ada istilah aljabar.